PERMA NO.1 TAHUN 2016

TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN

UNDUH

Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk mencapai kesepakatan Para Pihak dengan dibantu oleh Mediator.

Jenis Perkara Wajib Menempuh Mediasi

Semua sengketa perdata yang diajukan ke Pengadilan termasuk perkara perlawanan (verzet) atas putusan verstek dan perlawanan pihak berperkara (partij verzet) maupun pihak ketiga (derden verzet) terhadap pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, wajib terlebih dahulu diselesaikan melalui Mediasi, kecuali ditentukan lain berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung ini.
Sengketa yang dikecualikan dari kewajiban penyelesaian melalui Mediasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
Sengketa yang pemeriksaannya di penentuan waktu penyelesaiannya meliputi antara lain:
Sengketa yang diselesaikan melalui prosedur Pengadilan Niaga;
Sengketa yang diselesaikan melalui prosedur Pengadilan Hubungan Industrial;
Keberatan atas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha;
Permohonan putusan arbitrase;
Keberatan atas putusan Komisi Informasi;
Penyelesaian pesta politik;
Keberatan atas putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen;
Sengketa yang pemeriksaannya dilakukan tanpa hadirnya penggugat atau tergugat yang telah dipanggil secara patut;
Gugatan balik (rekonvensi) dan masuknya pihak ketiga dalam suatu perkara (intervensi);
Sengketa mengenai pencegahan, penutupan, dan pengesahan perkawinan;
Sengketa yang diajukan ke Pengadilan setelah diselesaikan di luar pengadilan melalui Mediasi dengan bantuan Mediator bersertifikat yang tercatat di pengadilan tetapi dinyatakan tidak berhasil berdasarkan pernyataan yang ditandatangani oleh Para Pihak dan Mediator bersertifikat.
Dalam proses mediasi, terdapat 3 (tiga) tahapan yaitu:

1. Tahap pramediasi

Tahap pramediasi adalah tahap awal dimana mediator menyusun sejumlah langkah dan persiapan sebelum mediasi dimulai. Pada tahap ini, mediator melakukan langkah strategi, yaitu membangun kepercayaan diri, menghubungi para pihak, menggali dan memberikan informasi awal, fokus pada masa depan, beberapa mediasi para pihak yang bersengketa, mewaspadai perbedaan budaya, para pihak, serta waktu dan tempat pertemuan, dan menciptakan situasi yang kondusif bagi kedua pihak.

2. Tahap pelaksanaan mediasi

Tahap pelaksanaan mediasi adalah tahap dimana para pihak yang bersengketa bertemu dan berunding dalam suatu forum. Dalam tahap ini, terdapat langkah-langkah penting, yaitu sambutan dan pendahuluan oleh mediator, presentasi dan pemaparan kondisi-kondisi faktual yang dialami para pihak, mengurutkan dan mengidentifikasi secara tepat permasalahan para pihak, diskusi (negosiasi) masalah-masalah yang disepakati, mencapai alternatif- alternatif penyelesaian, penyelesaian butir kesepakatan dan merumuskan keputusan, mencatat dan menuturkan kembali keputusan, dan penutup mediasi.

3. Tahap akhir implementasi mediasi

Tahap ini merupakan tahap para pihak menjalankan kesepakatan-kesepakatan yang telah mereka bangun bersama dalam suatu perjanjian tertulis. Para pihak menjalankan hasil kesepakatan berdasarkan komitmen yang telah mereka lakukan selama dalam proses mediasi. Pelaksanaan (implementasi) mediasi umumnya dijalankan oleh para pihak sendiri, tetapi pada beberapa kasus, pelaksanaannya dibantu oleh pihak lain.

1. Prosedur Mediasi

2. Daftar Mediator Bersertifikat

Ke Atas